Selasa, 29 September 2020

Sahabat Rumah Belajar (SRB) Lampung

Sahabat Rumah Belajar (SRB) merupakan peserta PembaTIK Level 4 : berbagi yang terdiri dari 30 peserta terbaik dari setiap provinsi. Begitu pula dengan Provinsi Lampung, telah terpilih 30 SRB untuk mengikuti PembaTIK Level 4 : berbagi. Para SRB inilah yang nantinya akan dipilih satu terbaik yang akan menjadi Duta Rumah Belajar provinsi Lampung (DRB Lampung) tahun 2020.  Berikut daftar SRB Lampung 2020:


1. Ade Azki Himawan - SMAN 2 Kotabumi - Lampung Utara 

2. Ajat Sudrajat - SMAN 1 Katibung - Lampung Selatan 

3. Ani Meitikasari -SMPN 1 Gedung Aji - Tulang Bawang 

4. Anisa Rizqi Amaliyah - SMK Muhammadiyah 2 Kalirejo - Lampung Tengah 

5. Ari Sulistyawati - SMAN 2 Gedongtataan - Pesawaran 

6. Deka Andriani - SMAN 1 Seputih Mataram - Lampung Tengah 

7. Dwi Nuryanti - SMAN 1 Merbau Mataram - Lampung Selatan 

8. Dwi Sarimiyati - SDN 17 Tanjung Raya - Mesuji 

9.  Eko Suharno - SDN 8 Mesuji Timur - Mesuji 

10. Evi Apriyanti - SMPN 9 Kotabumi - Lampung Utara 

11. Febby Rullya Rasyid - SMAN 4 Bandar Lampung - Bandar Lampung 

12. Fitriyanti - SMPN 2 Blambangan Pagar - Lampung Utara 

13. Hari Rahmadi - SMPN 4 Metro - Metro 

14. Kartiyem - SMAN Way Pengubuan - Lampung Tengah 

15. Lusi Mirawati - SMPN 1 Atap 2 Krui - Pesisir Barat 

16. M Wiratama Albarizi - SMPN 2 Banjit - Way Kanan 

17. Mida Ayu Restanti - SMPN 2 Menggala Timur - Tulang Bawang 

18. Mirnawati - MTs Al Khairiyah Suak - Lampung Selatan

19. Mujiatun - SMPN 2 Banjit - Way Kanan

20. Murit Puji Asmoro - SMKN 1 Mesuji Timur - Mesuji

21. Murjiati - SMPN 1 Rawajitu Timur - Tulang Bawang

22. Nuvis Melodiana - SMPN 4 Krui - Pesisir Barat

23. Rahayu Wiliandri - SMPN 2 Penawartama - Tulang Bawang

24. Rio Afandi - SMPN Satap 5 Mesuji - Mesuji

25. Rudi Riawan - SMPN 2 Tulang Bawang Tengah - Tulang Bawang Barat

26. Sarah Mardiyah - SMAN 3 Tulang Bawang Tengah - Tulang Bawang Barat

27. Sri Wahyuningsih - SMPN Satu Atap 5 Mesuji - Mesuji

28. Syukron Fuad - SMPN 3 Pugung - Tanggamus

29. Valentina Dewi Akhila Candrawilasita - SDS Bhakti Baradatu - Way Kanan

30. Willie Anggrian - SMP Negeri 1 Meraksa Aji - Tulang Bawang 

Minggu, 27 September 2020

Peluncuran Program Guru Belajar Seri Masa Pandemi Covid-19

 


Peluncuran Program Guru Belajar Seri Masa Pandemi Covid-19 

.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui @ditjen.gtk.kemdikbud akan akan meluncurkan Program Guru Belajar Seri Masa Pandemi COVID-19.

.

Program Guru Belajar Seri Masa Pandemi COVID-19 merupakan Program pembelajaran yang dirancang untuk membantu sebanyak mungkin guru dan tenaga kependidikan dalam melakukan pembelajaran jarak jauh sesuai dengan kondisi khusus seperti masa pandemic COVID-19 dengan tetap memberikan pembekalan dasar yang bermakna bagi siswa untuk melakukan merdeka belajar.

.

Kunjungi laman https://gurubelajar.kemdikbud.go.id

#MerdekaBelajar 

#CerdasBerkarakter

#BantauanKuotaInternet

#BersamaHadapiKorona

#DitjenGTK 

#Guru 

#TenagaKependidikan

#GuruBelajar

#SRBLampung

#PembaTIKLevel4

#DutaRumahBelajar

#SahabatRumahBelajar

Seleksi Duta Rumah Belajar 2020

 

Apa itu Duta Rumah Belajar?

Duta Rumah Belajar merupakan perpanjangan tangan dari Pustekkom Kemendikbud dalam melakukan pengembangan dan pendayagunaan teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) untuk 'pembelajaran di masing-masing provinsinya terutama Portal Pembelajaran GRATIS dari pemerintah yaitu Rumah Belajar (belajar.kemdikbud.go.id)



Manfaat Menjadi Duta Rumah Belajar

  • Menjadi wajah perwakilan pemanfaatan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan, terutama Rumah Belajar

  • Berkesempatan mengikuti bimbingan teknis pengembangan bahan ajar berbasis TIK baik di pusat maupun daerah

  • Berkesempatan dilibatkan pada acara dan kegiatan pemanfaatan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan baik di pusat maupun daerah

  • Bertemu dan bertukar wawasan dengan guru-guru berprestasi dari seluruh provinsi di Indonesia

Tahapan pelaksanaan pemilihan Duta Rumah Belajar melalui program PembaTIK (Pembelajaran Berbasis TIK) yang meliputi

Langkah 1

Langkah 2



Langkah 3

Langkah 4

Setiap level bersifat penyisihan, di mana akan ada ujian pada setiap akhir bimtek. Peserta yang lulus pada level 4 akan dikukuhkan menjadi Duta Rumah Belajar Nasional 2020.

Sumber : SimpaTIK


#PusdatinKemendikbud 
#PembaTIK2020
#DutaRumahBelajar2020 
#RumahBelajar2020 
#BerbagiTIK
#PembatikLevel4
#SRBLampung
#SRBBerbagi
#SRBTuBa
#TulangBawang

Jumat, 25 September 2020

Peresmian Kebijakan Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2020

Kemendikbud Resmikan Kebijakan Bantuan Kuota Data Internet 2020  25 September 2020

Sumber Artikel : Kemdikbud  

Jakarta, Kemendikbud – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meresmikan kebijakan bantuan kuota data internet tahun 2020, secara virtual, Jumat (24/09). Kebijakan ini diharapkan dapat membantu akses informasi bagi guru, siswa, mahasiswa, dan dosen dalam menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama masa pandemi.

Peresmian disaksikan langsung secara virtual oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan para Direksi operator seluler yang ada di Indonesia yakni Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL Axiata, AXIS, 3 (Tri), dan Smartfren.

Terlaksananya kebijakan ini adalah hasil koordinasi antara Kemendikbud dengan pemangku kepentingan lainnya yakni Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Mendikbud mengatakan keterbatasan ketersediaan paket data internet bagi pendidik dan peserta didik selama ini menjadi salah satu kendala yang dihadapi selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Solusinya, Kemendikbud beserta pemangku kepentingan lainnya memberikan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen selama empat bulan senilai Rp 7,2 triliun.

"Saya bersyukur atas kerja sama dan koordinasi yang baik lintas kementerian dan lembaga sehingga kebijakan bantuan kuota data internet dapat terealisasi. Seluruh penerima manfaat yakni peserta siswa, guru, mahasiswa, dan dosen akan mendapatkan kuota internet sesuai yang diperlukan selama empat bulan ke depan," tutur Mendikbud.




Menkominfo Johnny G. Plate menyampaikan rasa syukur bahwa asistensi fiskal melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diberikan untuk mendukung PJJ bagi siswa, guru, mahasiswa, dan dosen bisa terwujud dengan kerja keras Mendikbud, Menteri BUMN, Menteri Keuangan, Bappenas, dan banyak pimpinan lembaga lainnya serta keberpihakan dari Presiden Joko Widodo untuk mengerjakan ini.

“Asistensi fiskal diberikan kepada 60 juta siswa untuk pendidikan umum maupun pendidikan khusus. Tentunya asistensi ini sangat bermanfaat. Apalagi Menteri Nadiem sudah mengatur alokasi pemanfaatannya dengan baik. Saya kira ini keputusan yang baik sekali,” ujar Menkominfo.

Dari sisi Kemenkominfo, dia memastikan operator seluler terus menjaga kualitas jaringan agar terjaga dengan baik. “Kami meminta agar operator seluler turut mengambil bagian penting untuk memerhatikan betul kondisi jaringan di lokasinya masing-masing. Perhatian dari seluruh pemangku kepentingan ini sangat berpengaruh besar terhadap proses belajar-mengajar,” katanya.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan kerja sama ini adalah hal yang sangat positif karena negara hadir untuk rakyat, bekerja baik untuk rakyat, dan bekerja 24 jam untuk rakyat.

“Program kerja kami dari awal tidak pernah berubah. Indonesia sehat, Indonesia bekerja, Indonesia tumbuh adalah tiga strategi yang dijalankan secara baik. Kebijakan bantuan kuota data internet menjadi bagian dari Indonesia tetap kerja,” jelas Menteri BUMN.

Bantuan kuota data internet yang diberikan pemerintah terdiri dari dua jenis, yakni kuota umum dan kuota belajar. Kuota umum berarti yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi, sedangkan kuota belajar berarti yang hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran dengan daftar yang tercantum pada http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/.  

Alokasi kuota yang diberikan yakni untuk peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebanyak 20 GB/bulan, peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah 35 GB/bulan, pendidik pada PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah 42 GB/bulan, serta untuk mahasiswa dan dosen 50 GB/bulan. Seluruhnya mendapatkan kuota umum sebesar 5 GB/bulan, sisanya adalah untuk kuota belajar.

Mendikbud mengatakan kuota internet akan dibagikan merata kepada seluruh pendidik dan peserta didik yang telah terdaftar. Para orang tua siswa pun tidak perlu khawatir jika anak-anak mereka belum mendapatkan bantuan kuota, karena mekanisme penyaluran bantuan kuota data internet dilakukan secara bertahap.

Mekanisme pemberian bantuan kuota data internet diawali dengan pendataan dan verifikasi nomor ponsel. Kedua, Kemendikbud melakukan verifikasi dan validasi nomor ponsel oleh operator seluler. Ketiga, penerbitan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM). Dan terakhir, pemutakhiran nomor ponsel.

Untuk bulan pertama, tahap pertama bantuan kuota diberikan pada 22-24 September 2020, disusul tahap kedua pada 28-30 September 2020. Kuota berlaku 30 hari terhitung sejak diterima oleh nomor ponsel.

Untuk bulan kedua, bantuan kuota diberikan pada 22-24 Oktober 2020 untuk tahap I, 28-30 Oktober 2020 untuk tahap II yang berlaku selama 30 hari terhitung sejak diterima nomor ponsel. Sedangkan untuk bulan ketiga dan keempat, tahap I diberikan pada 22-24 November dan tahap II pada 28-30 November 2020 yang berlaku selama 75 hari sejak diterima nomor ponsel pendidik dan peserta didik.

Jika pendidik dan peserta didik belum menerima bantuan, Mendikbud meminta agar segera melapor kepada pimpinan satuan pendidikan untuk mendapatkan bantuan kuota belajar dengan menyampaikan nomor ponsel yang akan didaftarkan dan segera mengecek ke operator sekolah atau kampus untuk memastikan nomor telah terdaftar dan aktif.

“Saya meminta masyarakat untuk tidak khawatir karena seluruh pendidik dan peserta didik akan mendapatkan bantuan karena penyaluran dilakukan secara bertahap dan masa berlaku terhitung sejak bantuan kuota belajar diterima,” ujar Mendikbud.

Setelah meresmikan, Mendikbud berbincang secara virtual bersama para penerima bantuan kuota data internet kepada pendidik Santi Kusuma Dewi, guru SMP Islam Baitul Izzah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur; Nuriyani Kobandaha dan Gita Kobandaha, perwakilan orang tua Keyra Divia SD Negeri 1 Tanoyan Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara; serta Harris Munandar, mahasiswa Teknik Informatika Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat.

Mendikbud menanyakan bantuan kuota data internet akan dimanfaatkan apa saja oleh Santi dan yang lainnya. Menurut Santi, perbedaan yang luar biasa. Kalau dahulu sebelum ada bantuan dari pemerintah, siswa mengalami kesulitan karena mahalnya kuota yang harus mereka beli, kurangnya infrastruktur yang ada.

“Saya di sini merasa mendapatkan kenikmatan menggunakan teknologi dalam pembelajaran tapi setelah mendengar Pak Erick (Menteri BUMN) menjelaskan bahwa kita sedang berjuang untuk memperbaiki infrastruktur agar seluruh pelosok negeri di Indonesia mendapatkan internet yang sama itu seperti mimpi yang jadi nyata. Saya sangat senang sekali kalau pemerintah sudah berupaya untuk memberikan fasilitas berarti kita sebagai guru juga harus memperbaiki kualitas kita dalam pembelajaran,” kata Santi.

Sementara itu menurut Gita Kobandaha, bantuan kuota internet Ia akan manfaatkan dengan baik untuk belajar. “Yang pertama dipakai untuk belajar, pak, karena di sini PJJ-nya pakai jaringan. Jadi kalau kami dapat bantuan itu alhamdulillah bersyukur karena termasuk di sini ekonomi daerahnya masih rendah. Jadi kasihan pak kalau teman-teman atau anak-anak biasanya cuma pinjam kuota,” ujarnya.

Harris menyampaikan bahwa Ia sangat mengetahui berapa kuota yang habis jika digunakan untuk PJJ. Dia mencontohkan satu video conference bisa menghabiskan hampir 1 GB. “Alhamdulillah dapat bantuan 50 GB dari Kemendikbud dan Tri memberikan 30+6 GB. Apalagi saya mahasiswa informatika. Alhamdulillah terbantu. Jadi overall sangat membantu. Saya di perbatasan, ada yang belum mendapatkan infrastruktur sinyal, apalagi di dekat perbatasan Malaysia sangat sulit mendapatkan sinyal, harus di satu tempat. Tapi secara keseluruhan, sangat membantu, apalagi saya mahasiswa yang tugasnya sangat banyak. Terima kasih, Mas Menteri,” jelasnya.




Mendikbud kembali mengatakan seperti yang disampaikan Menkominfo bahwa saat ini peningkatan konektivitas menjadi prioritas pemerintah selama dua tahun belakangan. Seiring dengan itu, Kemendikbud juga sedang menyiapkan modul untuk PAUD dan SD yang dapat diakses dan dipakai secara luar jaringan (luring).

"Saya berharap seluruh pendidik dan peserta didik dapat memanfaatkan sebaik-baiknya bantuan kuota data internet tersebut untuk belajar," tutup Mendikbud.

Terkait pengawasan kebijakan bantuan kuota data internet, Kemendikbud bekerja sama dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Masyarakat juga dapat melakukan pengawasan jika terdapat penyimpangan dengan melaporkannya kepada Unit Layanan Terpadu (ULT) Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud di laman http://ult.kemdikbud.go.id/. Untuk pertanyaan teknis dapat ditanyakan ke layanan pelanggan masing-masing operator seluler dan ULT Kemendikbud. 


Jakarta, 25 September 2020
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Laman: kemdikbud.go.id
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri

Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

#merdekabelajar
#belajardarirumah
#bersamahadapikorona
Sumber : Siaran Pers Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 272 /sipres/A6/IX/2020

PembaTIK 2020

 

Apa itu PembaTIK?

PembaTIK kepanjangan dari Pembelajaran berbasis TIK, 

merupakan program Peningkatan Kompetensi TIK guru 

yang mengacu pada kerangka kerja peningkatan kompetensi 

TIK Guru UNESCO. Standar kompetensi TIK ini terdiri dari 

4 level, yaitu level literasi, implementasi, kreasi, dan 

berbagi (4i leveling).

Manfaat Mengikuti PembaTIK

  • Meningkatkan kemampuan TIK sesuai dengan perkembangan teknologi terkini

  • Mendapatkan sertifikat pada setiap level dengan skala nasional

  • Berkesempatan untuk menjadi Duta Rumah Belajar

Ilustrasi Tahapan Pembatik 2020




Tahapan pelaksanaan program PembaTIK 

(Pembelajaran Berbasis TIK) meliputi:

1. Bimtek Daring Level 1 (Literasi TIK)

April - Juli 2020

  • Melakukan registrasi melalui aplikasi Simpatik (simpatik.belajar.kemdikbud.go.id)
  • Mendaftar pada salah satu gelombang yang tersedia
  • Mengikuti kelas bimtek daring
  • Mengunduh modul dan dan mempelajari materi pembelajaran secara mandiri
  • Ujian sertifikasi daring Level 1
  • Peserta yang lulus mendapat sertifkat Level 1


2. Bimtek Daring Level 2 (Implementasi TIK)

Mei - Juli 2020

  • Semua peserta yang lulus Level 1 melanjutkan ke Level 2
  • Melakukan pendaftaran pada salah satu gelombang level 2 yang tersedia di aplikasi Simpatik (simpatik.belajar.kemdikbud.go.id)
  • Mengikuti kelas bimtek daring
  • Mengunduh modul dan dan mempelajari materi pembelajaran secara mandiri
  • Mengunggah video dokumentasi dan testimoni pemanfaatan TIK untuk pembelajaran
  • Ujian sertifikasi daring Level 2
  • Peserta yang lulus mendapat sertifikat Level 2


3. Bimtek Daring Level 3 (Kreasi TIK)

Mei - Juli 2020

  • Semua peserta yang lulus Level 2 dapat melanjutkan ke Level 3.
  • Melakukan pendaftaran pada salah satu gelombang level 3 yang tersedia di aplikasi Simpatik (simpatik.belajar.kemdikbud.go.id)
  • Mengikuti kelas bimtek daring
  • Mengunduh modul dan dan mempelajari materi pembelajaran secara mandiri
  • Mengunggah Karya Konten Pembelajaran
  • Ujian sertifikasi daring Level 3
  • Peserta yang lulus mendapat sertifikat Level 3


4. Bimtek Tatap Muka Level 4 (Berbagi TIK)

September - Oktober 2020

  • Peserta terpilih dari tiap provinsi akan mengikuti level 4 yang dilaksanakan tatap muka dengan 
           30 peserta di setiap provinsinya.
  • Melakukan Inovasi pembelajaran dan berbagi pengetahuan
  • Peserta yang lulus mendapatkan sertifikat Level 4
  • Peserta terbaik di level 4 akan dikukuhkan sebagai Duta Rumah Belajar

Syarat dan Ketentuan

      1. Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari semua jenjangyang dibuktikan dengan SK PNS 
           yang bersangkutan.  
      2. Guru Tetap Yayasan yang dibuktikan dengan SK Pengangkatan dari Yayasan
      3. Guru Honorer di Instansi Pendidikan Pemerintah/Swasta dari semua jenjang yang 
          dibuktikan dengan keputusan dari pimpinan lembaga yang bersangkutan.
      4. Mengajar minimal satu bidang studi di sekolahnya (guru mata pelajaran/guru kelas).

Sumber: SimpaTIK

Rabu, 23 September 2020

Pesan Mas Menteri

 Kepada peserta PembaTIK Level 4 : Berbagi






Rumah Belajar


 Apa Itu Portal Rumah Belajar?

Portal pembelajaran yang menyediakan bahan belajar serta fasilitas komunikasi yang mendukung interaksi antar komunitas. Rumah Belajar hadir sebagai bentuk inovasi pembelajaran di era industri 4.0 yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) sederajat. Dengan menggunakan Rumah Belajar, kita dapat belajar di mana saja, kapan saja dengan siapa saja. Seluruh konten yang ada di Rumah Belajar dapat diakses dan dimanfaatkan secara gratis.

Fitur Utama

Jelajahi apa yang bisa kamu lakukan di

Rumah Belajar

Kelas Maya

Sebuah Learning Management System (LMS) yang dikembangkan khusus untuk memfasilitasi proses pembelajaran virtual atau tanpa tatap muka antara guru dan siswa. Dengan fitur ini, guru dapat memberikan bahan ajar yang dapat diakses dan dibagikan oleh siswa dalam bentuk digital kapan saja dan di mana saja.

Sumber belajar

Fitur yang menyajikan materi ajar bagi siswa dan guru berdasarkan kurikulum. Materi ajar disajikan secara terstruktur dengan tampilan yang menarik dalam bentuk gambar, video, animasi, simulasi, evaluasi, dan permainan.

Bank Soal

Fitur kumpulan soal dan materi evaluasi siswa yang dikelompokkan berdasarkan topik ajar. Tersedia juga berbagai akses soal latihan, ulangan, dan ujian.

Laboratorium Maya

Fitur simulasi praktikum laboratorium yang ada disajikan secara interaktif dan menarik, dikemas bersama lembar kerja siswa dan teori praktikum.



Fitur Pendukung

1. Peta Budaya
2. Buku Sekolah Elektronik
3. Wahana Jelajah Angkasa
4. Karya Bahasa dan Sastra
5. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
6. Edugame

"Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, 
Maju Indonesia."